Monday, April 10, 2006

 

Aneh Tapi Nyata (1)

Biar cuma benda mati, jadi meja ada enaknya juga. Saya bisa denger semua obrolan majikan dengan teman-teman, percakapan teleponnya dengan istri, sampai cerita-cerita aneh yang kalo dipikir-pikir nggak bakal terjadi, tapi kok, ya, terjadi juga. Salah satunya cerita tentang sebuah kejadian yang dialami teman kantor istri majikan saya.

Satu hari, seorang reporter, sebut saja Nunik, dapet tugas dari editornya buat nulis artikel tentang pornografi di Indonesia. Entah bagaimana, seorang bapak2 staf HRD mendengar penugasan ini dan dengan nada bangga dan setengah memaksa ingin meminjamkan Nunik koleksi majalah sensual yang dilanggani anaknya (!) sebagai bahan referensi tulisan. "Wah, anakku langganan majalah Eksotika, isinya ya cewek2 setengah telanjang gitu. Bagus, kok. nanti ta' pinjemi, ya, ya, ya?"

Nunik mati2an nolak, karena ngerasa baca majalah itu gak bakal ngasih kontribusi banyak ke tulisan yang dia buat. Tapi si bapak keukeuh. Dia akan minjemin dengan catatan nggak boleh dipinjemin ke siapa2 dan harus dikembalikan dalam keadaan utuh. BEsoknya, si majalah eksotik itu udah ada di meja Nunik, tersimpan dalam amplop coklat. Sesuai prediksi Nunik, isi majalah itu nggak penting banget. Cewek2 dalam berbagai pose menantang pake ke bikini, kemben, hot pants, dsb. Setelah dipinjamkan ke dua orang editor Nunik, majalah itu dimasukkan kembali ke dalam amplop coklat dan diletakkan di atas meja.

Besok paginya, majalah itu hilang.

Nunik panik, dan mencari-cari ke segala penjuru kantor, tapi nggak ketemu. Setau dia, sebelum pulang tadi malam, majalah itu tersimpan rapi di atas meja. Dia pun lapor ke pemilik majalah. Bukannya menenangkan Nunik, si bapak malah ikutan panik. "Waduh, gimana ini, anakku pasti marah besar.... majalah itu koleksi kesayangannya lho. Dapetinnya susah banget."

Saat itu juga si bapak lapor ke anaknya dan menyambangi Nunik di mejanya,

"Beneran, tho, Nun, anakku marah besar. Dia sampe dia bilang begini sama aku, 'Pa, mana, tuh, yang namanya Nunik, mau gue tonjok! Wartawan apaan, sih, dia, nggak becus jaga barang!' Dia minta ketemuan sama kamu buat mencari solusi yang terbaik. Oh, ya, kalau nanti ketemuan, jangan tawarin kompensasi berupa uang. Karena menurut dia uang berapa pun nggak akan bisa ngegantiin majalah yang ilang."

Majikan saya dan temannya, seorang ekspresionis sejati, berteriak-teriak gila mendengar cerita absurd ini. Keanehan masih berlanjut, tapi cerita saya akhiri sampai sini dulu. Soalnya, saya mau dibersihkan oleh majikan. Peristiwa langka ini harus saya nikmati benar-benar.

Comments: Post a Comment



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?